Pelatih Timnas Belanda Louis van Gaal Sebut Status Qatar

 

Kebaca.com – Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, mengucapkan sangatlah konyol kalau Piala Dunia 2022 dimainkan di Qatar, mengeklaim ketentuan untuk menggelar kompetisi dari sana ialah ‘tentang uang dan keperluan komersil’.

Bicara di diskusi jurnalis sebelumnya kompetisi pertemanan menantang Denmark di Sabtu dan Jerman minggu kedepan, Van Gaal ditanyakan idenya mengenai negara Timur tengah sebagai tuan-rumah perputaran final, yang bisa terjadi dari 21 November sampai 18 Desember 2022.

“Saat ini, seluruhnya orang tahu kalau saya merasa itu konyol,” kata Van Gaal, dikutip Kebaca.com dari The Guardian.

“Benar-benar menggelitik kalau kami akan main dalam suatu negara, bagaimanakah cara FIFA menuturkannya? Untuk meningkatkan sepak dari sana. Itu omong kosong. Tetapi itu tidak menjadi masalah sebab ini mengenai uang, keperluan komersil. Itu konsep khusus FIFA,” sambungnya.

Baca Pun: Identitas Konsumen Chelsea Pasca-Roman Abramovich Akan Terkuak Di Akhir Minggu Ini?

“Kenapa Anda berpikiran kalau saya bukan anggota komisi FIFA, dengan ketrampilan UEFA saya?” lebih eks pelatih Barcelona dan Manchester United itu.

“Sebab saya selalu mengawasi jarak dengan organisasi sesuai ini. Itu tak betul, namun saya bisa mengucapkan ini langsung mengenai Qatar, namun itu tak menolong dunia untuk menghalau permasalahan ini,” jelasnya kembali.

Pria berumur 70 tahun itu pun mengucapkan kalau ia ialah sisi dari komisi dalam persekutuan sepak Belanda (KNVB) yang bersua tiap-tiap bulan untuk menyurvei keadaan hak asasi manusia di Qatar.

KNVB salah satunya dari sedikit persekutuan sepak nasional yang bicara mengenai situasi kerja di Qatar.

Baca Pun: Kisi Kisi UTBK-SBMPTN 2022, Ada Ketidakcocokan Implementasi Loh di Tahun Ini, Yok Baca

Dalam sebuah pengakuan tahun silam, seusai perjalanan ke negara tersebut, ada pengakuan: “KNVB tak pernah memberi dukungan diselenggarakannya Piala Dunia di Qatar dan pastinya tak menyepakati langkah buruh migran ditangani dari sana.”

Qatar udah hadapi pemantauan internasional atas tindakan kepada buruh mulai sejak jadi pemenang hak untuk jadi tuan-rumah Piala Dunia pertama di Timur tengah.

kebaca Tahun silam banyak pemain Belanda, bersama dengan banyak pemain tim nasional Jerman dan Norwegia, memakai kaus sebelumnya penyisihan Piala Dunia yang menyebabkan kedukaan hak asasi manusia.

The Guardian menyampaikan di Februari 2021 kalau minimal ada 6.500 kematian buruh migran di Qatar mulai sejak negara tersebut dikasihkan hak jadi tuan-rumah di 2010, kendati catatan itu tak dikelompokkan menurut tugas atau tempat kerja.

Baca Pun: Roy Suryo: Perbuatan Pawang Hujan Rara Malu-maluin di Mata Dunia

Pemerintahan Qatar mengucapkan kalau jumlah kematian seimbang pada jumlah tenaga kerja migran, dan kalau angka kematian secara konstan jadi menurun mulai sejak 2010 sebab reformasi keselamatan dan kesehatan.***