Pertimbangan Ketika Hendak Titipkan Anak ke Day Care

Hidup itu penuh bersama dengan pilihan, yang mana tiap tiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Bagi orang tua yang bekerja, khususnya perempuan yang baru menjadi ibu, kadangkala dihadapkan pada dilema tetap bekerja atau meninggalkan pekerjaan demi mengasuh buah hati.

Mengambil jasa baby sitter atau menitipkan anak ke saudara adalah pilihan-pilihan yang dapat diambil alih oleh orang tua bekerja. Di sebagian kota besar seperti Jakarta, menitipkan anak ke tempat penitipan atau day care, juga dapat menjadi salah satu alternatif.

Ariana misalnya, dia menentukan menitipkan anaknya yang masih balita ke bali childcare sebab tidak cukup yakin pada baby sitter. Maklum, sering kali ada pemberitaan yang berisi persoalan kekerasan oleh baby sitter pada anak yang diasuhnya. Meski harus dipahami tidak semua baby sitter bermasalah.

Saya tidak cukup yakin mirip baby sitter, soalnya anaknya aktif banget,” ujar Ariana memberikan alasannya menitipkan anak di day care

Aziza juga menentukan menitipkan balitanya ke daycare sebab punyai pengalaman tidak baik bersama dengan pengasuh bayi yang bekerja di rumahnya. Si pengasuh gemar membentak anaknya, padahal mengasuh anak memerlukan kesabaran dan kasih sayang.

“Akhirnya aku rehat pernah mirip pembantu dan melacak day care,” tutur Aziza.

Dalam menentukan day care, pasti Ariana dan Aziza tidak sembarangan. Sebab mereka memerlukan ketenangan saat meninggalkan anaknya di tempat penitipan.

“Saya survei pernah dan trial,” ucap Aziza. Baginya trial perlu sebab perihal itu menyangkut kenyamanan anak di tempat tersebut. Jika tidak nyaman, pasti anak tidak dapat betah berlama-lama di tempat penitipan.

Menurut Ariana, ada sebagian pertimbangan sebelum saat dia memasukkan sang anak ke day care tertentu. Pertama, program yang ditawarkan di day care.

“Tertarik yang ada belajar agamanya, iqro mirip salat berjamaah,” tuturnya. Selain itu lokasi dan ongkos juga menjadi pertimbangan selanjutnya.

Ditemui terpisah, Lily Adiati, penanggung jawab An-Naml Day Care yang berlokasi di tempat Jakarta Selatan, menyebutkan saat menentukan tempat penitipan anak, tiap tiap orang tua punyai pertimbangan tertentu. Dia merekomendasikan agar melihat metode, lingkungan, dan sarana tempat penitipan anak sebelum saat menitipkan buah hati.

“Bisa diamati juga background pengasuh seperti apa. Juga kebugaran lingkungan tempat tinggal dan didalam tempat tinggal seperti apa. Kalau ada AC atau kipas angin dapat diamati juga kebersihannya seperti apa,” anjuran Lily.

Bagi ibu yang mengimbuhkan ASI pada anaknya, harus juga mengecek apakah ada sarana yang membantu program perlindungan ASI di day care tersebut. Nah, soal metode pembelajaran atau pengasuhan pada anak, ini pun harus diperhatikan bersama dengan baik. Jangan sampai metodenya tidak sesuai bersama dengan yang dianut oleh orang tua anak yang bersangkutan.

“Kalau di sini tidak melarang tetapi mengarahkan. Jangan membentak atau meneriaki, menghukum, dan melarang,” lanjut Lily.

Nah, bagaimana bersama dengan pembaca detikHealth yang telah menjadi ayah dan ibu, bagaimana Anda mempercayakan pengasuhan anak saat Anda bekerja?